Sawittoku

Sehat untuk Hidup lebih Baik

Sunday, 17 September 2017

6 Manfaat TOEFL untuk Mahasiswa Lulusan Farmasi dan Apoteker

September 17, 2017 0
Manfaat mempunyai kemampuan bahasa inggris TOEFL untuk  mahasiswa lulusan Farmasi dan Apoteker. Sertifikat Toefl sudah lama menjadi buruan sejumlah besar kalangan penerus bangsa terdidik. Dapat pula dikatakan bahwa sejumlah besar lembaga, universitas, sekolah tinggi mempersyaratkan kemampuan bahasa inggris sebagai syarat kelulusan atau kenaikan pangkat. Tak terkecuali mereka yang mengambil jurusan farmasi dan apoteker.

Mempunya kemampuan dalam bidang bahasa inggris untuk anak farmasi merupakan nilai pendukung yang sangat penting dalam menunjang aktivitasnya baik sekarang maupun dimasa depan. Berikut ini 6 manfaat besar menguasai bahasa inggris bagi profesi apoteker dan farmasi.

1. Toefl sebagai pendukung proses perkuliahan

Teman-teman apoteker atau yang masih sedang menempuh pendidikan farmasi tentu sudah sering melihat materi yang ditampilkan dosen pengampu ditulis dalam bahasa inggris, ada yang sebagian, ada pula keseluruhan materi. Farmasi yang memahami kemampuan ini akan dengan mudah mengerti maksud bacaan dalam slide dibandingkan yang tidak paham.
Selain materi slide, buku acuan ilmu kesehatan banyak bersumber dari buku dengan bahasa pembawa bahasa inggris. Jurnal penelitian berbahasa ingris menjadi referensi utama dalam mencari teori pendukung. Dan tidak sedikit kegiatan seminar atau kuliah umum yang dibawakan oleh orang asing. Sehingga dengan memiliki kemampuan ini, hal diatas akan terasa mudah.

2. Toefl mampu memuluskan penerimaan dan kelulusan kuliah

Saat ini rata-rata nilai toefl yang disyaratkan universitas adalah 450 agar dapat memenuhi syarat untuk menjadi mahasiswa, serta untuk bisa maju dalam seminar penelitian. Artinya, kemampuan ini akan memberikan kemudahan untuk diterima dan lulus dari perguruan tinggi bekualitas.

3. Toefl bisa meningkatkan omset apotek

Jika apotek anda berada di kota besar, mungkin anda akan sering menemukan pasien orang bule yang datang ke apotek anda. Tanpa ada komunikasi, atau terdapat hambatan dalam hal tersebut akan sangat berpotensi untuk gagal melakukan penjualan obat. Kondisi negatif lainnya adalah kurangnya penyampaian informasi obat akibat hambatan bahasa yang dimiliki.

4. Toefl dapat memudahkan untuk diterima kerja

Jika anda pernah mempunyai pengalaman mencari pekerjaan di situs lowongan kerja online, maka anda akan sudah sering melihat loker yang hanya menggunakan bahasa inggris dalam penulisannya. Jumlahnya hampir sama dengan info loker yang menyaratkan mampu bebahasa inggris.

5. Toefl untuk penerimaan CPNS

Rekrutmen CPNS menjadi incaran utama para pencari kerja. Gaji yang tinggi dan ikatan kerja yang pasti sebab menjadi pegawai negeri sipil merupakan alasan utama meledaknya pelawar pada setiap pembukaan rekrutmen. Dengan mempunyai sertifikat toefl, pelamar akan lebih dimudahkan untuk ikut berpartisipasi dalam mengerjakan soal tes CPNS. Toefl juga menjadi persyaratan untuk lulus pada sistem ujian cpns.

6. Menjadi pioner terdepan di masyarakat

Ketika sudah terjun melakukan pengabdian di masyarakat, dengan dibekali kemampuan ini, tingkat kepercayaan masyarakat mungkin lebih meningkat.  Setiap ada aktivitas yang terkait pelatihan atau ilmu pengetahuan, maka yang bersangkutan akan lebih sering diundang untuk hadir.
Demikian 5 manfaat yang bisa diperoleh untuk anak farmasi dan apoteker apabila mempunyai kemampuan bahasa inggris yang memadai. selalu tingkatkan bahasa inggris anda sebagai bahasa dunia untuk menghadapi persaingan dunia yang semakin meningkat. Sulit memahami bahasa utama di dunia akan membawa kita ke masa yang tertinggal. 
Jika ingin belajar toefl gratis online, silahkan buka disini. Dan apabila nilai toefl anda belum memuaskan, silahkan download soal toefl sini: buka soal

Tuesday, 12 September 2017

Farmakope Sediaan Obat Kapsul: Pembahasan Lengkap dan Jenis

September 12, 2017 0
Farmakope sediaan obat kapsul yang akan dibahas secara lengkap termasuk jenis-jenis kapsul. Pengertian Kapsul adalah sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut. Cangkang umumnya terbuat dari gelatin; tetapi dapat juga terbuat dari pati atau bahan lain yang sesuai. Ukuran cangkang kapsul keras bervariasi dari nomor paling kecil (5) sampai nomor paling besar (000), kecuali ukuran cangkang untuk hewan.

Ukuran kapsul

Umumnya ukuran nomor 00 adalah ukuran terbesar yang dapat diberikan kepada pasien. Ada juga kapsul gelatin keras ukuran 0 dengan bentuk memanjang (dikenal sebagai ukuran OE), yang memberikan kapasitas isi lebih besar tanpa peningkatan diameter. 

Bentuk kapsul

Umumnya, ada lekuk khas pada bagian tutup dan induk, untuk memberikan penutupan yang baik bila
bagian induk dan tutup cangkangnya diletakkan sepenuhnya, yang mencegah terbukanya cangkang kapsul yang telah diisi, selama transportasi dan penanganan. Penutupan sempurna juga dapat dicapai dengan penggabungan bagian tutup dan induk dengan cara pemanasan langsung atau penggunaan energi ultrasonik. 

Kapsul gelatin Keras

Kapsul gelatin keras terdiri atas dua bagian, bagian tutup dan induk. Kapsul gelatin keras yang diisi dipabrik dapat ditutup secara sempurna dengan cara dilekatkan, suatu proses dimana lapisan gelatin dioleskan satu kali atau lebih di seluruh bagian pelekatan bagian tutup dan induk; atau dengan proses pelekatan menggunakan cairan, yaitu kapsul yang telah diisi dibasahi dengan air-alkohol yang akan merembes ke dalam rongga bagian kapsul tutup dan induk yang saling tumpang tindih, kemudian dikeringkan. 
Kapsul gelatin keras dibuat melalui suatu proses dengan cara mencelup pin ke dalam larutan gelatin, kemudian lapisan gelatin dikeringkan, dirapikan dan dilepaskan dari pin tersebut, kemudian bagian induk dan tutup dilekatkan. Kapsul pati dibuat dengan mencetak campuran pati dan air, kemudian kapsul dikeringkan. Gunakan cetakan terpisah untuk bagian tutup dan induk kapsul dan kedua bagian ini dibuat secara terpisah. Kapsul kosong disimpan dalam wadah tertutup rapat sampai kapsul diisi. Karena gelatin berasal dari hewan dan pati berasal dari tanaman, maka kapsul ini sebaiknya terlindung dari sumber pencemaran yang potensial atau kontaminasi mikroba.
Dalam pengisian kapsul gelatin keras, bagian tutup dan induk cangkang dipisahkan dahulu sebelum diisi. Dalam pengisian kapsul pati cangkang keras, bagian tutup dan induk cangkang ditempatkan secara terpisah dan dipasang pada tempat yang berbeda dari suatu mesin pengisi.

Kapsul cangkang keras

Kapsul cangkang keras terbuat dari pati terdiri atas bagian tutup dan induk. Karena kedua bagian tersebut tidak melekat dengan dengan baik, maka bagian-bagian tersebut dilekatkan menjadi satu pada saat pengisian, untuk menghindari pemisahan. Kapsul pati dilekatkan dengan mengoleskan campuran air-alkohol pada rongga cangkang tutup, segera sebelum dilekatkan ke cangkang induk.
Fleksibilitas ini merupakan kelebihan kapsul cangkang keras dibandingkan bentuk sediaan tablet dan kapsul cangkang lunak. Kapsul cangkang keras biasanya terbuat dari gelatin berkekuatan gel relatif tinggi. Berbagai jenis gelatin dapat digunakan, tetapi gelatin dari campuran kulit atau tulang sering digunakan untuk mengoptimalkan kejernihan dan kekerasan cangkang. Kapsul cangkan keras dapat juga dibuat dari pati atau bahan lain yang sesuai. Kapsul cangkang keras dapat juga mengandung zat warna yang diizinkan atau zat warna dari berbagai oksida besi, bahan opak seperti titanium dioksida, bahan pendispersi, bahan pengeras seperti sukrosa dan pengawet. Biasanya bahan bahan ini mengandung airantara 10% dan 15%.
Kapsul cangkang keras biasanya diisi dengan serbuk, butiran atau granul. Butiran gula inert dapat dilapisi dengan komposisi bahan aktif dan penyalut yang memberikan profil lepas lambat atau bersifat enterik. Sebagai alternatif, bahan aktif bentuk pelet dan kemudian disalut. Bahan semipadat atau cairan dapat juga cairan dimasukkan dalam kapsul, salah satu teknik penutupan harus digunakan untuk mencegah terjadinya kebocoran.

Dalam pengisian kapsul gelatin keras, bagian tutup dan induk cangkang dipisahkan dahulu sebelum diisi. Dalam pengisian kapsul pati cangkang keras, bagian tutup dan induk cangkang ditempatkan secara terpisah dan dipasang pada tempat yang berbeda dari suatu mesin pengisi. Mesin yang menggunakan berbagai prinsip dosis dapat digunakan untuk mengisikan serbuk ke dalam kapsul cangkang keras, tetapi kebanyakan mesin otomatis, membentuk sumbat serbuk dengan cara pengempaan yang kemudian dilepaskan ke dalam bagian induk kapsul kosong. Umumnya bagian pelengkap mesin ini tersedia untuk berbagai jenis pengisian lain. Formulasi serbuk sering membutuhkan penambahan zat pengisi, lubrikan dan glidan pada bahan aktif untuk mempermudah proses pengisian kapsul. Formulasi dan metode pengisian, terutama derajat kepadatan, dapat mempengaruhi laju pelepasan obat. Penambahan bahan pembasah pada massa serbuk, biasa dilakukan jika bahan aktif bersifat hidrofobik. Disintegran dapat ditambahkan ke dalam formulasi serbuk untuk memudahkan deagregasi dan dispersi gumpalan kapsul dalam saluran cerna. 

Kapsul Cangkang Lunak

Kapsul cangkang lunak yang dibuat dari gelatin (kadang-kadang disebut gel lunak) atau bahan lain yang sesuai membutuhkan metode produksi skala besar. Cangkang gelatin lunak sedikit lebih tebal dibanding kapsul cangkang keras dan dapat diplastisasi dengan penambahan senyawa poliol, seperti sorbitol atau gliserin. Perbandingan bahan plastisasi kering terhadap gelatin kering menetukan kekerasan cangkang dan dapat diubah untuk penyesuaian dengan kondisi lingkungan dan juga sifat isi kapsul. Seperti cangkang keras, komposisi cangkang dapat mengandung pigmen atau pewarna yang diizinkan, bahan opak seperti titanium dioksida, dan pengawet.
Bahan pengharum dapat ditambahkan, selain itu sukrosa hingga 5% dapat dimasukkan sebagai pemanis dan untuk menghasilkan cangkang yang dapat dikunyah. Cangkang gelatin lunak umumnya mengandung 6% hingga 13% air. Kapsul cangkang lunak juga dapat diberi kode produk, jumlah zat aktif dan lain-lain dengan cara dicetak. Umumnya kapsul cangkang lunak diisi dengan cairan. Khususnya bahan aktif dilarutkan atau disuspensikan dalam bahan pembawa cair. Dahulu digunakan bahan pembawa minyak seperti minyak nabati; sekarang ini lebih umum digunakan bahan pembawa cair bukan air yang dapat bercampur dengan air, seperti polietilen glikol berbobot molekul lebih rendah, karena mempunyai lebih sedikit masalah ketersediaan hayati.
Kapsul cangkang lunak tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran, dan dibentuk, diisi serta dilekatkan dengan menggunakan mesin yang sama; khususnya dengan proses berputar, mekipun dapat juga digunakan suatu proses lempeng atau proses turun naik. Kapsul cangkang lunak dapat juga diproduksi melalui proses gelembung yang membentuk kapsul sferik tanpa lekukan. Dengan peralatan yang sesuai, serbuk dan zat padat kering lain dapat diisikan ke dalam kapsul cangkang lunak.

Kapsul lepas tunda

Kapsul dapat disalut atau pada umumnya enkapsulasi granul disalut untuk menghambat pelepasan obat dalam cairan lambung dimana penundaan menjadi penting untuk mengurangi masalah yang potensial yang menyebabkan obat diinaktivasi atau iritasi mukosa lambung. Istilah ”lepas tunda” digunakan pada masing-masing monografi kapsul salut enterik yang ditujukan untuk menunda pelepasan obat, temasuk uji dan spesifikasi untuk Pelepasan Obat <961> seperti yang tertera pada masing-masing monografi.

Kapsul lepas lambat

Kapsul lepas lambat diformulasi dengan cara tersebut untuk membuat obat tersedia selama periode waktu perpanjangan setelah dikonsumsi. Istilah seperti ”prolonged-action,” ”repeat-action,” dan ”sustainedrelease” juga digunakan untuk menggambarkan sediaan tersebut. Namun, istilah ”lepas tunda” digunakan dalam persyaratan Farmakope untuk Pelepasan Obat <961> seperti yang tertera pada masing-masing monografi.

7 Jenis Metode Pengukuran Aktivitas Antioksidan Sering Digunakan

September 12, 2017 0
Jenis metode pengukuran aktivitas antioksidan. Aktivitas antioksidan suatu senyawa dapat diukur dari kemampuannya menangkap radikal bebas. Berikut ini adalah metode yang sering dipakai dalam mencari kemampuan suatu antioksidan dalam melawan radikal bebas.

Metode peredaman radikal 2,2-difenil-1-pikril hidrazil (DPPH) 

Radikal bebas yang biasa digunakan sebagai model dalam mengukur daya penangkapan radikal bebas adalah DPPH. Senyawa ini merupakan senyawa radikal bebas yang stabil sehingga apabila digunakan sebagai pereaksi dalam uji penangkapan radikal bebas cukup dilarutkan. Jika disimpan dalam keadaan kering dengan kondisi penyimpanan yang baik akan stabil selama bertahun-tahun. Metode DPPH adalah yang metode paling sering dilaporkan digunakan untuk skrining aktivitas antioksidan dari berbagai tanaman obat. Metode peredaman radikal bebas DPPH didasarkan pada reduksi dari radikal bebas DPPH yang berwarna oleh penghambat radikal bebas. Prosedur ini melibatkan pengukuran penurunan serapan DPPH pada panjang gelombang maksimalnya, yang sebanding terhadap konsentrasi penghambat radikal bebas yang ditambahkan ke larutan reagen DPPH. Aktivitas tersebut dinyatakan sebagai konsentrasi efektif (effective  concentration) EC50 atau (inhibitory concentration)  IC50.

Metode reducing power

Metode ini berprinsip pada kenaikan serapan dari campuran reaksi. Peningkatan pada serapan menunjukkan peningkatan pada aktivitas antioksidan. Dalam metode ini antioksidan membentuk kompleks berwarna dengan kalium ferrisianida, asam trikloroasetat, dan besi (III) klorida yang diukur pada panjang gelombang 700 nm. Peningkatan pada serapan campuran reaksi menunjukkan kekuatan mereduksi dari sampel.

Metode uji kapasitas serapan radikal oksigen (ORAC) 

Prosedur analisis ini mengukur kemampuan antioksidan dari makanan, vitamin, suplemen nutrisi atau bahan kimia lainnya terhadap radikal bebas. Uji ini dilakukan dengan menggunakan trolox (analog vitamin E) sebagai standar untuk menentukan trolox ekuivalen (TE). Nilai ORAC kemudian dihitung dari TE dan ditunjukan sebagai satuan atau nilai ORAC. Semakin tinggi nilai ORAC, semakin besar kekuatan antioksidannya.

Metode tiosianat

Aktivitas antioksidan sampel dengan metode tiosianat ditunjukkan dengan kekuatan sampel dalam menghambat peroksidasi asam linoleat. Jumlah peroksida yang terbentuk diukur secara tidak langsung dengan pembentukan kompleks ferritiosianat yang berwarna merah.

Uji dien terkonjugasi

Metode ini memungkinkan penghitungan yang dinamis terhadap dien terkonjugasi sebagai hasil dari oksidasi awal PUFA (Poly Unsaturated Fatty Acids) dengan mengukur serapan UV pada 234 nm. Prinsip dari uji ini adalah bahwa selama oksidasi asam linoleat, ikatan rangkap dirubah menjadi ikatan rangkap terkonjugasi yang mana dikarakterisasi oleh serapan UV kuat pada 234 nm. Aktivitas diekspresikan dengan konsentrasi penghambatan (inhibitory concentration), IC50.

Aktivitas penghambatan radikal superoksida 

aktivitas penghambatan radikal superoksida secara  in vitro diukur oleh reduksi riboflavin /cahaya /nitro blue tetrazolium (NBT). Reduksi NBT adalah metode yang paling dikenal. Metode ini didasarkan pada pembangkitan radikal superoksida oleh autooksidasi dari riboflavin dengan adanya cahaya. Radikal superoksida mereduksi NBT menjadi formazon yang berwarna biru yang dapat diukur pada 560 nm. Kapasitas ekstrak untuk menghambat warna hingga 50% diukur dalam EC50. Radikal superoksida dapat juga dideteksi dengan oksidasi hidroksilamin, menghasilkan nitrit yang kemudian diukur dengan reaksi kolorimetri.

Aktivitas penghambatan radikal hidroksil

Kapasitas penghambatan radikal hidroksil dari ekstrak antioksidan alami dihubungkan secara langsung terhadap aktivitas antioksidannya. Metode ini melibatkan pembangkitan in vitro dari radikal hidroksil menggunakan sistem Fe3+/askorbat/EDTA/H2O2 berdasarkan reaksi Fenton. Penghambatan dari radikal hidroksil dengan adanya antioksidan diukur.
Lihat juga: Nama Tanaman yang Mengandung Antioksidan alami

Cara Penulisan Daftar Pustaka Karya Ilmiah yang Benar plus Contohnya

September 12, 2017 0
Cara menyusun, membuat, penulisan daftar pustaka pada karya tulis ilmiah yang benar. Setiap karya tulis yang dilandaskan suatu teori haruslah memiliki referensi atau biasa disebut dengan daftar pustaka. Sebenarnya ada banyak tujuan membuat daftar pustaka yang sebagian adalah memberikan deskripsi atau penjelasan tentang suatu buku, majalah, artikel secara keseluruhan dan juga sebagai pelengkap untuk para pembaca agar dapat melihat atau membaca sumber asli dari artikel yang dibuat.
Daftar pustaka umumnya disusun menurut urutan abjad dari nama belakang penulis pertama. Daftar pustaka. Antara satu pustaka dan pustaka berikutnya diberi jarak satu setengah spasi, meskipun beberapa aturan meminta kurang atau lebih dari itu.

Bagaimana Menulis daftar pustaka berdasarkan sumber referensi yang diambil?

Terdapat banyak sumber yang bisa dijadikan acuan untuk teori pendukung dari karya tulis atau artikel yang dibuat. Referensi dapat berasal dari Buku, Jurnal, Internet, Majalah, Laporan penelitian, artikel online dan lain sebagainya. Berikut ini penjelasan cara membuat dapus berdasarkan sumber artikel.

Membuat daftar pustaka sumber buku

Jika sumber artikel diperoleh dari buku maka aturan penyusunan dapusnya adalah: [Penulis,  tahun terbit,  judul  buku yang ditulis miring, volume (jika ada), edisi  buku (jika  ada), nama penerbit dan kota penerbit].
Jika sumbernya berasal dari buku terjemahan, maka metode penulisan daftar pustaka adalah: [Penulis asli, tahun buku terjemahan, judul buku terjemahan harus ditulis miring, volume (jika ada), edisi jika  ada, (diterjemahkan oleh: nama penerjemah), nama penerbit terjemahan dan kota penerbit terjemahan.

Menulis daftar pustaka dari majalah ilmiah

Jika materi atau artikel atau teori yang digunakan berasal dari majalah ilmiah, maka penulisannya adalah: [Penulis, tahun, judul artikel, nama majalah harus ditulis miring sebagai singkatan resminya, nomor, volume dan halaman]

Menyusun catatan kaki dari artikel seminar ilmiah

Artikel yang bersumber dari prosiding dapat ditulis dengan: [Penulis, tahun, judul artikel, Judul prosiding Seminar harus  ditulis  miring, dan kota seminar.
Artikel lepas tidak dimuat dalam prosiding seminar ditulis dengan: [Penulis, tahun, judul artikel, Judul prosiding Seminar harus ditulis miring, dan kota seminar, dan tanggal seminar.

Membuat daftar pustaka sumber skripsi, tesis, dan disertasi

Artikel yang berasal dari skripsi atau tesis maupun disertasi dapat dibuat dapusnya dengan metode penulisan: [Penulis, tahun, judul skripsi / tesis / disertasi harus ditulis miring, nama fakultas atau
program pasca sarjana, universitas, dan kota].
Jika materi diambil dari laporan penelitian maka ditulis dengan cara: [Nama Peneliti,tahun, judul laporan penelitian,nama laporan penelitian harus ditulis miring, nama proyek penelitian, nama institusi, dan kota].

Menyusun daftar pustaka dari surat kabar

Apabila artikel diperoleh dari surat kabar maka struktur penyusunan daftar pustakanya adalah: [Penulis, tahun, judul artikel harus ditulis miring, nama surat kabar, tanggal terbit dan halaman].

Menyusun pustaka sumber online/internet

Perlu diketahui bahwa tidak diperbolehkan membuat pustaka  dalam  bentuk  artikel  dalam  internet yang tidak ada nama penulisnya.
Artikel majalah ilmiah versi online: [Penulis, tahun, judul artikel, nama  majalah harus  ditulis  miring sebagai  singkatan resminya, nomor, volume, halaman dan alamat website.
Artikel umum: [Penulis, tahun, judul artikel, alamat website harus  ditulis  miring,  diakses  tanggal]

Aturan penulisan nama dalam daftar pustaka

  1. Nama orang Indonesia, jika lebih dari satu nama, maka nama terakhir yang ditulis atau nama yang biasa dikenal dalam publikasi ilmiah yang ditulis. Contoh Muhammad Sudomo ditulis Sudomo, M.; Franciscus G. Winarno ditulis Winarno, F.G. Apabila ragu-ragu boleh ditulis lengkap.
  2. Nama orang barat, nama keluarga terletak pada kata sebelah belakang.  Misalnya:  James  Stewart ditulis Stewart, J.
  3. Jika nama Cina terdiri dari tiga kata yang terpisah, maka kata yang pertama adalah menunjukkan nama keluarga. Contoh: Gan Koen Han ditulis Gan, K.H.
  4. Jika nama Cina terdiri dari tiga kata dengan dua kata memakai garis penghubung, maka kedua kata yang dihubungkan adalah nama diri (bukan nama keluarga). Sebagai contoh Hwa-wee Lee ditulis Lee, H.
  5. Judul buku diketik tegak setiap kata (bukan kata sambung) diawali huruf besar.
  6. Judul artikel di Jurnal diketik (tegak atau normal) dan huruf besar hanya diawali judul.
  7. Judul tesis diketik miring (italik) dan diawali kalimat huruf besar.
  8. Nama jurnal diketik miring (italik), nomer volume diketik tebal, nomor jurnal diketik dalam kurung, nomer halaman diketik titik dua (:). Contoh: Hidrobiologia 15 (4): 112-122.
  9. Halaman untuk buku teks tidak diketik, sedang untuk artikel dalam buku teks diketik setelah nama editor (Ed) atau “editor”  (eds) untuk jurnal.
  10. Pengetikan baris ke dua dalam penulisan pustaka masuk ke dalam 1,5 cm.

Contoh penulisan daftar pustaka

Pustaka dari Jurnal
Lecomte, N.B.; J.F. Zayas, and C.L., Kastner, 1993. Soya proteins:  Functional  and   Sensory Characteristics Improved in Comminuted Meats,  J. Food Sci. 58 (3): 464 - 466. 
Pustaka dari buku
Salunke, D.K. and  B.B.  Desai. 1984. Post Harvest Biotechnology of Fruit and Vegetables. First edition. CRC Press. Inc. Cleveland Ohio. p. 44-128.
Pustaka dari prosiding
Zagory,  D. D. and A.A. Kader, 1989. Long term  Storage of  Early  Gold  and  Shinko Asian Pears  in  Low  Oxygen Atmospheres in J.K., Fellman (ed.), Proc. Fifth Intl. Controlled Atmospheres Res.   Conf., Wenatchee, Wash. p. 44-47.
Contoh pustaka buku terjemahan
Fukuoka, M. 1991. The One Straw Revolution. An Introduction to Natural Farming, L. Korn. (editor), 1978. First Edition Rodale Press. Inc. H. Soedarwono (penterjemah). 1991. Revolusi Sebatang Jerami. Pengantar Menuju Pertanian Alami. Edisi Pertama. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta.
Pustaka surat kabar
Pratikto, W.A. 2004. Pengelolaan Kelautan Berbasis Pengetahuan. Harian Umum Republika, 18 Maret 2004. hal. 4.
Buku teks tanpa pengarang
Biro Pusat Statistik. 1990. Survey Pertanian Produksi Buah-buahan di Indonesia. Jakarta. h. 20-25
Pustaka di internet bukan jurnal
Witherspoon, A.M. and R. Pearce. 1982. Nutrient and multispecies criteria standard for the Chowan River, North Carolina. Report No. 187. www.2.ncsu.edu/wrri/reports/report187.html. May, 28, 2004.
Pustaka dari undang-undang atau peraturan
Republik Indonesia. 2015. Undang-undang tenaga kerja. Jakarta: Sekretariat Negara.
Pustaka dari skripsi atau tesis
Sugiyanto. 2011. Realisasi Kesantunan Berbahasa antara Kepala Sekolah dengan Guru SMA Negeri 1 Pinrang. Tesis. Pascasarjana Universitas Muhammadiyah. Surakarta. dan jika diambil secara online maka tambahkan: diakses tanggal bulan tahun. dari nama link.
Demikian pembahasan tentang cara penulisan daftar pustaka yang benar. Silahkan share jika bermanfaat dan cantumkan komentar anda jika ingin memberikan masukan positif.

Monday, 11 September 2017

Farmakope Air Steril: Uraian Bahan Tambahan Obat Aqua Pro Injeksi

September 11, 2017 0
Farmakope air steril untuk injeksi yang membahas tentang uraian bahan tambahan yang sering digunakan sebagai pelarut obat yaitu Aqua pro injeksi.  Air Steril untuk Injeksi adalah Air Murni yang disterilkan dan dikemas dengan cara yang sesuai. Tidak mengandung bahan anti mikroba atau bahan tambahan lainnya.
Source: apotekeranda.com

Pemerian: Cairan jernih, tidak berwarna; tidak berbau.
Baku pembanding: Endotoksin BPFI; [Catatan Bersifat pirogenik, penanganan vial dan isi harus hati-hati untuk menghindari kontaminasi]. Rekonstitusi semua isi, gunakan larutan dalam waktu 14 hari. Simpan vial yang belum dibuka dan larutan, dalam lemari pendingin.
Endotoksin bakteri: <201> Tidak boleh lebih dari 0,25 unit Endotoksin FI per ml, menggunakan Endotoksin BPFI sebagai pembanding.
Klorida: Pada 20 ml zat uji dalam tabung pembanding warna tambahkan 5 tetes asam nitrat P dan 1 ml perak nitrat LP dan campur perlahan: terjadi kekeruhan dalam waktu 10 menit dan tidak lebih keruh dari 20 ml Air dengan kemurnian tinggi seperti tertera pada Pereaksi dalam Wadah <1271> yang mengandung 10 µg Cl (0,5 bpj), diamati dengan arah tegak lurus dengan dasar gelap
dengan cahaya yang masuk dari samping.
Sterilitas: <71> Memenuhi syarat.
Bahan partikulat: <751> Memenuhi syarat seperti tertera pada Injeksi volume kecil.
Amonia: Lakukan penetapan sebagai berikut: Untuk Air Steril untuk Injeksi dalam wadah dengan volume kurang dari 50 ml, encerkan 50 ml dengan 50 ml Air dengan kemurnian tinggi seperti tertera pada Pereaksi dalam Wadah <1271> dan gunakan larutan ini sebagai larutan uji. Untuk volume 50 ml atau lebih gunakan 100 ml Air Steril untuk Injeksi sebagai larutan uji. Pada 100 ml larutan uji tambahkan 2 ml kalium raksa (II) iodida alkalis LP: segera terjadi warna kuning yang tidak lebih
gelap dari Air dengan kemurnian tinggi yang ditambahkan 30 µg NH3 (0,6 bpj untuk Air Steril untuk
Injeksi untuk wadah dengan volume kurang dari 50 ml; 0,3 bpj untuk wadah dengan volume 50 ml atau lebih).
Zat yang mudah teroksidasi: Pada 100 ml tambahkan 10 ml asam sulfat 2 N, panaskan hingga mendidih. Untuk Air Steril untuk Injeksi dalam wadah dengan volume kurang dari 50 ml, tambahkan 0,4 ml kalium permanganat 0,1 N dan didihkan selama 5 menit; untuk volume 50 ml atau lebih tambahkan 0,2 ml kalium permanganat 0,1 N didihkan selama 5 menit. Bila terbentuk endapan, dinginkan dalam tangas es hingga suhu ruang dan saring melalui penyaring kaca masir: warna merah muda tidak hilang sempurna.
Zat padat total: Tidak lebih dari 0,004%; untuk Air Steril untuk Injeksi dengan kemasan kurang dari 30 ml; tidak lebih dari 0,003% untuk kemasan 30 ml atau lebih, tetapi kurang 100 ml; tidak lebih dari 0,002% untuk kemasan 100 ml atau lebih; lakukan penetapan seperti tertera pada Zat padat total dalam Air Murni.
Syarat lain: Memenuhi uji pH, Sulfat, Kalsium, Karbon dioksida dan Logam berat seperti tertera pada Air Murni.
Wadah dan penyimpanan: Dalam wadah dosis tunggal, dari kaca atau plastik, tidak lebih besar dari 1 liter. Wadah kaca sebaiknya dari kaca Tipe I atau Tipe II.
Lihat juga: farmakope aquades

Farmakope Agar: Uraian Bahan Tambahan Eksipien Obat

September 11, 2017 0
Farmakope Agar: Uraian Bahan Tambahan Eksipien Obat. Agar terdiri dari polisakarida yang diperoleh dengan ekstraksi berbagai spesies Rhodophyceae, terutama yang termasuk genus Gelidium, dengan air mendidih, disaring selagi panas dan diuapkan sampai kering.
source: apotekeranda.com
Pemerian: Tidak berbau, atau bau lemah; berasa musilago pada lidah.
Kelarutan: Tidak larut dalam air dingin; larut dalam air mendidih.
Mikroskopik: Gumpalan potongan memanjang dengan lebar 2 - 5 mm, kadang-kadang dalam bentuk kepingan, tidak berwarna sampai kuning pucat, bening, agak liat dan sukar dipatahkan, menjadi lebih rapuh pada pengeringan.
Mikroskopik: Dalam iodum 0,005 M, sebagian berwarna ungu kecokelatan. Menunjukkan banyak butiran kecil tidak berwarna, bulat telur atau bulat dengan latar belakang amorf; kadang-kadang ada yang berbentuk spora bulat atau bulat telur berwarna cokelat dengan ukuran sampai 60 µm dengan permukaaan seperti jala.
Identifikasi
A. Larutkan 100 mg zat dalam 50 ml air dengan pemanasan dan biarkan dingin. Pada 1 ml larutan ini
tambahkan 3 ml air kemudian 0,1 ml iodum 0,05 M melalui dinding tabung:terjadi warna ungu kecokelatan diantara dua lapisan cairan. Jika dicampur, cairan menjadi kuning pucat.
B. Larutkan 100 mg zat dalam 50 ml air dengan pemanasan, biarkan dingin. Panaskan 5 ml larutan ini dengan 0,5 ml asam klorida P selama 30 menit di dalam tangas air, kemudian tambahkan 1 ml larutan barium klorida P 6,1%: terjadi kekeruhan berwarna putih dalam waktu 30 menit.
C. Masukkan 500 mg zat ke dalam tabung reaksi, tambahkan air, panaskan di dalam tangas air: hanya
beberapa bagian tetap tidak larut dan pada pendinginan antara 35º dan 30º membentuk gel. Bila dipanaskan di dalam tangas air, gel tidak mencair pada suhu dibawah 80º.
Gelatin: Panaskan 1,0g zat dalam 100 ml air sampai larut dan biarkan dingin hingga suhu 50º. Pada 5 ml tambahkan 5 ml larutan 2,4,6-trinitrofenol P 1%: tidak terjadi kekeruhan dalam waktu 10 menit
Zat tidak larut: Tidak lebih dari 0,5%; lakukan penetapan dengan cara sebagai berikut: Pada 5 g zat yang telah diserbuk dan diayak dengan pengayak nomor 270, tambahkan 100 ml air dan 14 ml asam klorida 2 M, didihkan perlahan-lahan selama 15 menit, sambil sering diaduk. Saring selagi panas melalui penyaring kaca masir, cuci sisa dengan air panas dan keringkan pada suhu 100º - 105º.
Susut pengeringan <1121> Tidak lebih dari 20,0%; lakukan pengeringan pada suhu 100º - 105º,
menggunakan 1 g zat dalam bentuk serbuk yang lewat pengayak nomor 270. 
Sisa pemijaran: <301>Metode II Tidak lebih dari 4,5%; lakukan penetapan menggunakan 1 g serbuk yang lewat pengayak nomor 270. 
Indeks pengembangan: <851> Tidak kurang dari 15; lakukan penetapan menggunakan zat dalam bentuk serbuk yang lewat pengayak nomor 270.
Batas mikroba: <51> Tidak boleh mengandung Escherichia coli; lakukan penetapan menggunakan 1,0 g.
Wadah dan penyimpanan: Dalam wadah tertutup baik.

SERBUK AGAR/Pulvis Agar
Serbuk Agar adalah agar dalam bentuk serbuk.
Pemerian: Serbuk putih kekuningan; pada pengamatan di bawah mikroskop terlihat fragmen bersudut dengan ciri-ciri yang sama seperti pada Agar bentuk potongan atau kepingan; beberapa fragmen berwarna ungu kecokelatan pada penambahan iodum 0,005 M.
Identifikasi Gelatin: Zat tidak larut, Susut pengeringan, Sisa pemijaran, Indeks pengembangan Memenuhi syarat seperti tertera pada Agar.
Batas mikroba: <51> Tidak boleh mengandung Escherichia coli; lakukan penetapan menggunakan 1,0 g.
Wadah dan penyimpanan: Dalam wadah tertutup baik.

Farmakope aquades dan alkohol: uraian bahan tambahan obat

September 11, 2017 0
Aquades dan alkohol merupakan bahan tambahan obat yang paling sering digunakan dalam praktek kefarmasian. Berikut ini uraian bahan tambahan farmakope aquades dan alkohol.
Aquadest merupakan air yang dimurnikan yang diperoleh dengan destilasi, perlakuan menggunakan penukar ion, osmosi balik, atau proses lain yang sesuai. Dibuat dari air yang memenuhi persyaratan air minum, tidak mengandung zat tambahan lain.
source: apotekeranda.com

Farmakope Aquades/air murni/purified water

Air Murni/aquades adalah air yang memenuhi persyaratan air minum, yang dimurnikan dengan cara destilasi, penukar ion, osmosis balik atau proses lain yang sesuai. Tidak mengandung zat tambahan lain.[Catatan Air Murni digunakan untuk pembuatan sediaan-sediaan. Bila digunakan untuk sediaan steril, selain untuk sediaan parenteral, air harus memenuhi persyaratan Uji Sterilitas <71>, atau gunakan air murni steril yang dilindungi terhadap kontaminasi mikroba.
Tidak boleh menggunakan Air Murni untuk sediaan parenteral. Untuk keperluan ini gunakan Air untuk Injeksi, Air untuk Injeksi Bakteriostatik atau Air Steril untuk Injeksi].
Nama resmi : Aquadestillata
Sinonim : Air suling
Berat Molekul: 18;02
Pemerian: Cairan jernih, tidak berwarna; tidak berbau.
pH: <1071> Antara 5,0 sampai 7,0; lakukan penetapan secara potensiometrik pada larutan yang ditambahkan 0,30 ml larutan kalium klorida P jenuh pada 100 ml zat uji.
Klorida: Pada 100 ml tambahkan 5 tetes asam nitrat P dan 1 ml perak nitrat LP: tidak terjadi opalesensi.
Sulfat: Pada 100 ml tambahkan 1 ml barium klorida LP: tidak terjadi kekeruhan.
Amonia: Tidak lebih dari 0,3 bpj; pada 100 ml tambahkan 2 ml kalium raksa(II) iodida alkalis P segera terbentuk warna kuning yang tidak lebih gelap dari Air dengan kemurnian tinggi seperti tertera pada Pereaksi dalam Wadah <1271> yang ditambahkan 30 µg NH3.
Kalsium: Pada 100 ml tambahkan 2 ml amonium oksalat P: tidak terjadi kekeruhan.
Karbon dioksida: Pada 25 ml tambahkan 25 ml kalsium hidroksida LP: campuran tetap jernih.
Logam berat: <371> Pada 40 ml Air Murni atur pH antara 3,0 sampai 4,0 dengan penambahan asam asetat 1 N (gunakan kertas indikator dengan rentang pH pendek), tambahkan 10 ml hidrogen sulfida LP yang dibuat segar dan diamkan selama 10 menit; jika diamati dengan arah tegak lurus dengan dasar putih, warna cairan tidak lebih tua dari warna campuran 50 ml air murni dengan asam asetat 1 N dalam jumlah yang sama.
Zat mudah teroksidasi: Pada 100 ml tambahkan 10 ml asam sulfat 2 N, tambahkan hingga mendidih. Tambahkan 0,1 ml kalium permanganat 0,1 N, didihkan selama 10 menit: warna merah muda tidak hilang sempurna.
Zat padat total: Tidak lebih dari 0,001%; uapkan 100 ml di atas tangas uap hingga kering, keringkan residu pada suhu 105º selama 1 jam.
Kemurnian bakteriologi: Memenuhi syarat air minum.
Wadah dan penyimpanan: Dalam wadah tertutup rapat.

Farmakope Alkohol

Alkohol merupakan bahan tambahan obat yang berfungsi sebagai pelarut. Farmakope alkohol akan diuraikan secara lengkap dibawah ini.

Farmakope Avicel dan Talk: Uraian Bahan Tambahan Obat

September 11, 2017 0
Avicel dan talk merupakan bahan tambahan obat yang terdapat dalam buku farmakope. Fungsinya sebagai excipient obat banyak digunakan dalam proses pembuatan obat baik skala laboratorium maupun skala industri
source: apotekeranda.com

Farmakope Avicel

Nama resmi : Mikrokristalin sellulosa
Sinonim : Avicel
Pemerian : Berupa serbuk kristal poros, putih, tidak berbau, tidak berasa, dan memiliki aliran yang baik.
Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air, cairan asam dan kebanyakan pelarut organik, sedikit larut dalam larutan NaOH 5% b/v.
Inkompatibilitas : Tidak tercampurkan dengan bahan pengoksidasi kuat.
Kegunaan : Sebagai bahan desintegran.

Farmakope Talk

Talk adalah magnesium silikat hidrat alam, kadang-kadang mengandung sedikit aluminium silikat.
Nama resmi : Talk
Sinonim : Talkum, serbuk talk
Pemerian : Berupa serbuk hablur sangat halus, putih atau putih kelabu. Berkilat, mudah melekat pada kulit dan bebas dari butiran debu.
Kelarutan : Praktis tidak larut dalam larutan asam dan alkalis, pelarut organic dan air.
Inkompatibilitas : Tidak tercampurkan dengan campuran ammonium quartener.
Kegunaan : Sebagai glidant dan sebagai lubrikan

Farmakope Magnesium Stearat: Uraian bahan tambahan obat

September 11, 2017 0
Farmakope magnesium stearat sering digunakan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan obat. Magnesium stearat merupakan senyawa magnesium dengan campuran asam-asam organik padat yang diperoleh dari lemak, terutama terdiri dari magnesium stearat dan magnesium palmitat dalam berbagai perbandingan. Mengandung setara dengan tidak kurang dari 6,8% dan tidak lebih dari 8,3% MgO.
source:apotekeranda.com

Nama resmi : Magnesium stearat
Sinonim : Magnesium stearat
Pemerian : Berupa serbuk halus, putih dan voluminous, bau lemah khas, mudah melekat di kulit, bebas dari butiran.
Kelarutan : Tidak larut dalam air, dalam etanol,dalam ethanol 95% dan dalam eter. Sangat larut dalam benzene panas dan ethanol (95%) panas.
Inkompatibilitas : Tidak tercampurkan dengan asam kuat, garam alkali dan besi.
Kegunaan : Sebagai lubrikan.

Farmakope Amilum Jagung: Uraian bahan tambahan obat

September 11, 2017 0
Farmakope amilum jagung yang sering digunakan dalam sebagai bahan tambahan obat pada proses produksi obat baik skala kecil maupun besar. Pati jagung adalah pati yang diperoleh dari biji Zea mays L. (Familia Poaceae).
source:apotekeranda.com
Nama resmi : Amylum jagung
Sinonim : Amylum jagung
Pemerian : Berupa serbuk sangat halus, putih. Secara mikroskopik pati jagung berupa butir bersegi banyak, bersudut, ukuran 2 µm sampai 23 µm atau butir bulat dengan diameter 25 µm sampai 32 µm. Hilus di tengah berupa rongga yang nyata atau celah berjumlah 2 sampai 5, tidak ada lamela. Bila diamati dibawah cahaya terpolarisasi, tampak bentuk silang berwarna hitam, memotong pada hilus.
Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air dingin dan dalam etanol.
Inkompatibilitas : -
Kegunaan : Sebagai bahan pengikat tablet.